Sampah Mengancam !
Oleh : Nur Muhammad Arianto, A.Md.
(foto: kompas.com)
Allah SWTmengingatkan kita, “janganlah kalian merusak di muka bumi” (QS Al A’raf: 56).
Sampah Mengancam ! Ya, itulah yang sekarang dirasakan masyarakat kota Yogkarta khususnya, mungkin juga wilayah lain di Indonesia. Di kota maupun desa dan pinggiran keduanya. Di sungai-sungai, irigasi, dan got-got setiap kampung dan kota. Apalagi sekitar pasar. Sampah menumpuk, memadati, dan berserakan tidak karuan. Bau sampah menyengat, menebar cemar yang merusak kesehatan.
Masyarakat Kota Yogyakarta resah, bingung mungkin juga sedit marah. Bagaimana tidak ? Mau membuang sampah ada jadwalnya, baik jam dan harinya serta harus membuang sendiri sampahnya ke tempat pembuangan sampah terdekat. Bahkan sekarang setiap buang sampah harus mengisi presensi alias tanda-tangan.
Sungguh, sampah jadi ancaman kehidupan yang merusak ekosistem. Bulan-bulan terakhir sejumlah kota bahkan dilanda inflasi dan banjir sampah. Tempat Pembuangan Sampah bermasalah di mana-mana. Tapi sebagus tempat pembuangan sampah, manakala penduduknya jorok dan sembarangan membuang sampah, urusan akan tetap bermasalah.
Akar masalah bermula dari sikap hidup manusia. Sikap hidup warga masyarakat. Membuang sampah sembarangan. Tempat pembuangan sampah yang sudah diklasifikasi berdasarkan jenis bahan sampah pun hanya bagian teknis yang boleh jadi berjalan di sebagian lingkungan saja. Gerakan Sedekah Sampah yang dirintis Muhammadiyah Yogya belum meluas. Selebihnya orang terbiasa membuang sampah sekehendaknya. Lebih-lebih sampah plastik yang membanjiri lingkungan, meski sejumlah kota mulai menerapkan bebas plastik.
Dimulai dari setiap diri seluruh warga dan elite bangsa. Mulailah dari hal sehari-hari di setiap rumah. Bagaimana mengelola sampah dengan baik dan tidak membuang sampah semaunya. Lebih jauh dikembangkan sistem pengelolaan sampah yang terbaik dan menyeluruh di seluruh sudut negeri. Perpaduan sikap hidup manusia dan sistem akan menyelamatkan kehidupan bersama.
Lingkungan di mana kita tinggal dan hidup adalah satu-satunya tempat milik kita yang harus diselamatkan.